hasil hitung cepat
Berita Informasi Politik

Cara Kerja Hasil Hitung Cepat yang Digunakan untuk Pemilu

April 30, 2019

Teptek – Hasil hitung cepat dilakukan oleh sejumlah lembaga survei dengan dasar hukum yang jelas. Salah satu dasar hukumnya yaitu Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2018. Berikut ini cara kerja yang digunakan oleh lembaga secara umum untuk bisa ikut serta melakukan hitung cepat hasil pemilihan umum.

hasil hitung cepat

1. Terdaftar di KPU

Lembaga yang melakukan penghitungan cepat cara kerjanya dimulai dengan melakukan pendaftaran ke KPU. Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi yaitu sudah berbadan hukum di Indonesia dan sumber dana lembaga tidak berasal dari luar negeri. Dalam peraturan pendaftaran lembaga ke KPU dengan melampirkan dokumen berisikan rencana jadwal dan lokasi.

Artinya sampel yang diambil sudah dilaporkan terlebih dahulu ke KPU tanpa mengetahui jumlah suara PASLON yang akan didapatkan. Lembaga survei juga harus melampirkan akta pendirian dan susunan kepengurusan. Selain itu juga harus menyerahkan surat yang berisikan pernyataan tidak melakukan keberpihakan kepada siapa pun.

2. Pengambilan Sampel

Setelah terdaftar secara resmi di KPU, pihak lembaga sudah melakukan pengambilan sampel yang akan dijadikan daerah sasaran penghitungan. Sampel yang dimaksud adalah sejumlah TPS dengan pengambilan secara acak dan representatif. Pengambilan ini dengan melihat dari karakteristik populasi di Indonesia yang dilakukan dengan penyebaran secara merata.

Semakin banyak jumlah sampel yang diambil maka tingkat kesalahan akan semakin kecil. Jadi Anda bisa melihat mana lembaga yang melakukan hasil hitung cepat dengan jumlah sampel terbanyak untuk diikuti karena lebih akurat. Proses penentuan sampel dilakukan mulai dari nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, sampai ke TPS.

3. Merekrut Relawan

Dari sampel TPS yang sudah dipilih proses selanjutnya merekrut relawan untuk dibagi secara merata di setiap TPS. Relawan yang nantinya bertugas untuk melakukan pemantauan di TPS sampai dengan melakukan rekapitulasi data pemilu.

Hasil data yang didapatkan nantinya akan diserahkan ke kantor pusat. Proses rekrut relawan ini pun yang diambil adalah warga setempat agar lebih mengetahui kondisi daerah TPS yang dijadikan sampel. Sebelum turun ke lapangan para relawan diberikan pelatihan mengenai quick count. Jadi sudah ada pengetahuan dan keahlian dari tutor di tingkat provinsi.

4. Simulasi Quick Count

Sebelum pemilu dilakukan setiap lembaga sudah melakukan simulasi quick count. Tujuannya untuk melihat proses kerja mesin quick count berjalan baik atau tidak. Simulasi dilakukan satu minggu sebelum pemilihan. Hasilnya tentu saja untuk mengetahui tingkat kesalahan yang dapat terjadi pada mesin.

5. Memegang Data KPPS

Setiap relawan yang bertugas nantinya akan meminta tanda tangan atau cap dari KPPS untuk kuesioner yang dibuat. Data KPSS juga diminta karena sewaktu-waktu barangkali ada perlu konfirmasi data maka bisa dilakukan langsung. Honor relawan akan diberikan jika data yang harus didapatkan sudah dikerjakan.

Para relawan akan mengirimkan hasil rekapitulasi suara di formulir C-1 hologram dengan menggunakan SMS. Data akan masuk ke data center dan akan langsung dibuatkan tabulasinya oleh lembaga yang bersangkutan.

6. Mengolah Data dan Menampilkan Hasil

Data akan dioleh dengan menggunakan perangkat lunak (software) yang sudah dibuat oleh programer. Proses pengolahan ini dilakukan dengan ilmu statistik secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Proses pengolahan data quick count akan mulai stabil saat data masuk sudah mencapai 80%.

Melihat proses kerja yang dilakukan lembaga untuk hasil hitung cepat, Anda tentu bisa melakukan analisa seberapa besar kecurangan dapat dilakukan. Setiap lembaga sudah terikat dengan aturan hukum yang jika melakukan pelanggaran maka dapat digugat atau dibawa ke lajur hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *